| Domain | Responden | Metode | Luaran |
|---|---|---|---|
| Identifikasi Dasar | Remaja, Orang Tua, Sekolah | Survei, Wawancara | Profil Responden |
| Akses terhadap Teknologi Digital | Remaja, Orang Tua, Sekolah | Survei, Wawancara | Indeks Akses Teknologi |
| Akses terhadap Konektivitas | Remaja, Orang Tua, Sekolah | Survei, Wawancara | Indeks Konektivitas |
| Pengetahuan & Keterampilan Abad ke-21 | Remaja | Survei, Wawancara | Indeks Keterampilan |
| Pemberdayaan Diri Remaja | Remaja | Survei, Wawancara, FGD | Indeks Pemberdayaan |
| Aspirasi Pendidikan & Dunia Kerja | Remaja | Wawancara, FGD | Indeks Aspirasi |
| Peningkatan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi | Sekolah | Data Sekolah | Tingkat Transisi |
| Dukungan Sekolah & Guru | Sekolah, Guru | Wawancara, FGD | Indeks Dukungan Sekolah |
| Dukungan Orang Tua untuk Pendidikan Tinggi | Orang Tua/Caregiver | Wawancara, FGD | Indeks Dukungan Keluarga |
| Dukungan Orang Tua & Komunitas untuk Transisi Kerja | Orang Tua/Caregiver, Remaja | Wawancara, FGD | Indeks Dukungan Komunitas |
Laporan Baseline dan Endline Program Generasi Terampil (Skills4Girls)
Indikator Penilaian Dampak Berdasarkan Socio-Ecological Model
BAB I. Identifikasi Dasar
Tujuan
Identifikasi dasar bertujuan memperoleh profil awal seluruh responden sebagai dasar analisis karakteristik peserta program dan sebagai acuan dalam mengukur perubahan selama pelaksanaan Program Generasi Terampil (Skills4Girls).
Indikator yang Diukur
- Nama
- Jenis kelamin
- Usia
- Asal sekolah/institusi
- Status disabilitas
Sasaran
- Remaja
- Orang tua/caregiver
- Sekolah
Metode Pengumpulan Data
Kuantitatif
- Survei menggunakan kuesioner digital maupun cetak.
Kualitatif
- Wawancara mendalam untuk mengidentifikasi karakteristik responden yang mempengaruhi implementasi program.
Output yang Diharapkan
- Profil lengkap peserta.
- Sebaran jenis kelamin.
- Sebaran usia.
- Sebaran wilayah.
- Sebaran sekolah.
- Proporsi peserta disabilitas.
Indikator Analisis
- Persentase laki-laki dan perempuan.
- Distribusi umur.
- Distribusi wilayah.
- Distribusi sekolah.
- Persentase peserta disabilitas.
BAB II. Akses terhadap Teknologi Digital
Tujuan
Mengetahui tingkat akses remaja terhadap perangkat digital sebagai sarana pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan persiapan karier.
Indikator
- Kemudahan akses terhadap gadget untuk penggunaan pribadi.
- Kemudahan akses terhadap gadget untuk mendukung pembelajaran.
- Kemudahan akses terhadap gadget untuk pengembangan keterampilan dan transisi karier.
- Penggunaan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.
Sasaran
- Remaja
- Orang tua
- Sekolah
Metode
Kuantitatif
Survei kepada siswa dan sekolah.
Kualitatif
- Wawancara
- Konsultasi
- In-depth interview kepada orang tua.
Analisis
Analisis dilakukan terhadap:
- Kepemilikan gadget
- Frekuensi penggunaan
- Jenis perangkat
- Kualitas perangkat
- Hambatan akses
- Perbedaan gender dalam kepemilikan gadget
Output
- Persentase siswa yang memiliki gadget pribadi.
- Persentase siswa yang menggunakan gadget untuk belajar.
- Persentase penggunaan gadget untuk pengembangan skill.
- Perbedaan akses berdasarkan gender.
BAB III. Pengetahuan dan Kecakapan Keterampilan Abad ke-21 dan Keterampilan Lainnya
Tujuan
Mengukur kemampuan siswa dalam keterampilan abad ke-21 sebagai dasar pengembangan kompetensi kerja dan pendidikan tinggi.
Indikator
- Critical Thinking
- Creativity
- Problem Solving
- Collaboration
- Communication
- Digital Skills
- Literasi Digital
- Pengetahuan kewirausahaan
- Persepsi terhadap kewirausahaan
- Keterampilan lainnya yang relevan
Sasaran
- Remaja
Metode
Kuantitatif
Survei
Kualitatif
Wawancara
Analisis
Analisis meliputi:
- Tingkat kemampuan berpikir kritis.
- Kemampuan menyelesaikan masalah.
- Kreativitas.
- Literasi digital.
- Pengetahuan bisnis.
- Minat berwirausaha.
Output
- Skor keterampilan abad ke-21.
- Skor digital skills.
- Skor entrepreneurship.
- Profil kompetensi peserta.
BAB IV. Akses terhadap Konektivitas
Tujuan
Mengidentifikasi kualitas akses internet yang dimiliki peserta sebagai pendukung pembelajaran digital.
Indikator
- Kemudahan akses internet.
- Kualitas jaringan.
- Stabilitas koneksi.
- Biaya internet.
- Dukungan orang tua terhadap akses internet.
- Hambatan berbasis gender.
Sasaran
- Remaja
- Orang tua
- Sekolah
Metode
Kuantitatif
Survei
Kualitatif
- Wawancara
- Konsultasi
Analisis
- Jenis koneksi internet.
- Kepemilikan paket data.
- Akses Wi-Fi.
- Kualitas jaringan.
- Hambatan penggunaan internet.
- Perbedaan akses berdasarkan wilayah dan gender.
Output
- Persentase siswa dengan akses internet stabil.
- Persentase penggunaan Wi-Fi.
- Hambatan utama akses internet.
BAB V. Peningkatan Proporsi Siswa yang Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Tujuan
Mengukur efektivitas program dalam meningkatkan transisi siswa menuju pendidikan tinggi.
Indikator
- Jumlah lulusan yang melanjutkan kuliah.
- Persentase penerimaan perguruan tinggi.
- Jenis perguruan tinggi.
- Pilihan program studi.
- Minat pada bidang STEM.
Sasaran
- Seluruh peserta didik
Metode
Kuantitatif
Pengumpulan data tersentral dari sekolah.
Analisis
- Persentase melanjutkan kuliah.
- Persentase diterima PTN.
- Persentase diterima PTS.
- Perbandingan sebelum dan sesudah program.
Output
- Tingkat transisi ke perguruan tinggi.
- Distribusi jurusan.
- Distribusi perguruan tinggi.
BAB VI. Dukungan Sekolah dan Guru terhadap Pembelajaran Responsif Gender
Tujuan
Menilai kesiapan sekolah dalam mendukung pembelajaran dan keterampilan yang responsif gender, khususnya pada bidang STEM.
Indikator
- Gender Responsive Pedagogy
- Identifikasi hambatan belajar
- Pendampingan karier
- Kemitraan dengan industri
- Dukungan terhadap perempuan pada bidang STEM
Sasaran
- Sekolah
- Guru
Metode
Kualitatif
- Wawancara
- Focus Group Discussion (FGD)
Analisis
- Kebijakan sekolah.
- Kompetensi guru.
- Praktik pembelajaran.
- Dukungan karier.
- Kerjasama industri.
Output
- Indeks Sekolah Responsif Gender.
- Profil praktik pembelajaran.
- Tingkat kesiapan sekolah.
BAB VII. Dukungan Orang Tua terhadap Pendidikan Tinggi dan Bidang STEM
Tujuan
Mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap keputusan siswa melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya pada program studi STEM.
Indikator
- Dukungan orang tua.
- Hambatan ekonomi.
- Hambatan sosial budaya.
- Persepsi terhadap pendidikan tinggi.
- Persepsi terhadap jurusan STEM.
- Harapan orang tua terhadap masa depan anak.
Sasaran
- Orang tua
- Caregiver
- Remaja
Metode
Kualitatif
- Wawancara
- Focus Group Discussion (FGD)
Analisis
Analisis mencakup:
- Tingkat dukungan orang tua.
- Faktor ekonomi.
- Faktor budaya.
- Perbedaan dukungan kepada anak laki-laki dan perempuan.
- Persepsi mengenai pendidikan STEM.
Output
- Indeks Dukungan Orang Tua.
- Faktor pendorong dan penghambat.
- Rekomendasi peningkatan partisipasi keluarga.
Penutup
Laporan ini dirancang sebagai kerangka Baseline dan Endline Study Program Generasi Terampil (Skills4Girls) untuk mengukur perubahan pada tingkat individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan pendukung berdasarkan Socio-Ecological Model. Hasil analisis setiap domain akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan, perbaikan implementasi program, serta strategi replikasi dan perluasan program di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Struktur laporan ini juga dapat dikembangkan menjadi laporan penelitian lengkap dengan bab metodologi, hasil analisis statistik, pembahasan, visualisasi data, serta rekomendasi kebijakan.