PROPOSAL PROGRAM
Alternative Learning Program (ALP) Berbasis STEM dan Vokasional
Pendekatan Model UNICEF
I. LATAR BELAKANG
Ketimpangan akses pendidikan dan keterampilan masih menjadi tantangan utama bagi remaja putus sekolah, khususnya perempuan, di berbagai negara berkembang. Hambatan ekonomi, norma sosial, serta praktik pernikahan dini berkontribusi terhadap rendahnya partisipasi pendidikan lanjutan dan terbatasnya peluang kerja yang layak. Kondisi ini berdampak langsung pada siklus kemiskinan antargenerasi.
UNICEF menekankan pentingnya pendekatan berbasis hak anak (Human Rights–Based Approach), pendidikan inklusif, serta penguatan life skills dan employability sebagai strategi utama dalam memberdayakan remaja dan perempuan muda. Sejalan dengan hal tersebut, Alternative Learning Program (ALP) dirancang sebagai model pendidikan nonformal yang fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Program ALP berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan vokasional ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan ketenagakerjaan melalui pengembangan keterampilan praktis, kewirausahaan, dan kesiapan kerja, sekaligus mendorong transformasi sosial yang lebih setara gender.
II. LANDASAN KONSEPTUAL (MODEL UNICEF)
Program ini mengacu pada tiga kerangka utama UNICEF:
1. Human Rights–Based Approach (HRBA)
-
Pendidikan sebagai hak dasar setiap anak dan remaja
-
Non-diskriminasi dan inklusivitas
-
Partisipasi aktif peserta dalam proses belajar
2. Gender Transformative Programming
-
Mengatasi norma sosial yang membatasi peran perempuan
-
Meningkatkan kepercayaan diri dan posisi tawar perempuan muda
-
Kesetaraan akses terhadap keterampilan dan peluang ekonomi
3. Life Skills & Employability Framework
-
Penguatan keterampilan abad ke-21
-
Kesiapan kerja dan kewirausahaan
-
Transisi efektif dari pendidikan ke dunia kerja
III. TUJUAN PROGRAM
Tujuan Umum
Menyediakan pendidikan alternatif berbasis STEM dan vokasional yang inklusif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesiapan kerja remaja putus sekolah, khususnya perempuan, sesuai dengan pendekatan UNICEF.
Tujuan Khusus
-
Meningkatkan literasi STEM terapan peserta.
-
Membekali peserta dengan keterampilan vokasional berbasis kebutuhan pasar kerja.
-
Mengembangkan life skills dan soft skills peserta.
-
Mendorong kewirausahaan berbasis potensi lokal.
-
Mengurangi kerentanan sosial dan ekonomi remaja perempuan.
IV. SASARAN PROGRAM
-
Remaja putus sekolah usia 15–24 tahun
-
Perempuan muda dari keluarga rentan
-
Peserta pendidikan nonformal/kesetaraan
Jumlah sasaran (contoh): 50–100 peserta per siklus program
V. DESAIN & STRUKTUR PROGRAM
⏱ Durasi Program: 6 bulan
📘 Pendekatan: Blended Learning (70% praktik, 30% teori)
Tahapan Program
1. Fase Orientasi & Literasi Dasar
-
Literasi numerasi dan sains kontekstual
-
Kesadaran gender dan perencanaan masa depan
-
Motivasi dan kesiapan belajar
2. Fase Pelatihan STEM Terapan
-
Sains terapan (lingkungan, pangan, kesehatan)
-
Literasi digital dan teknologi dasar
-
Problem solving dan berpikir rekayasa
-
Matematika vokasional
3. Fase Pelatihan Vokasional
Bidang pelatihan disesuaikan dengan potensi lokal:
-
Teknologi digital & kreatif
-
Produksi dan rekayasa sederhana
-
Agro dan food technology
-
Jasa dan keterampilan produktif
4. Fase Kewirausahaan & Kesiapan Kerja
-
Dasar kewirausahaan
-
Literasi keuangan
-
Branding dan pemasaran
-
Etika dan budaya kerja
5. Fase Magang / Proyek Komunitas
-
Magang di UMKM/industri lokal
-
Proyek sosial berbasis STEM
-
Mentoring praktisi
VI. METODE PELAKSANAAN
-
Project-Based Learning
-
Experiential Learning
-
Coaching & mentoring
-
Studi kasus lokal
-
Simulasi kerja nyata
VII. INDIKATOR KEBERHASILAN
| Indikator | Target |
|---|---|
| Peserta menyelesaikan program | ≥ 80% |
| Lulusan bekerja/berwirausaha | ≥ 70% |
| Produk/jasa dihasilkan | ≥ 1 per peserta |
| Peningkatan keterampilan STEM | Signifikan (pre-post test) |
| Partisipasi perempuan | ≥ 60% |
VIII. MONITORING & EVALUASI
-
Evaluasi awal (baseline assessment)
-
Monitoring bulanan
-
Evaluasi akhir berbasis capaian kompetensi
-
Pelaporan berbasis indikator UNICEF
IX. DAMPAK YANG DIHARAPKAN
-
Peningkatan kemandirian ekonomi peserta
-
Penurunan kerentanan sosial remaja perempuan
-
Terbentuknya ekosistem pendidikan alternatif berbasis STEM
-
Model replikasi ALP di wilayah lain
X. KEBERLANJUTAN PROGRAM
-
Jejaring alumni ALP
-
Inkubasi usaha kecil
-
Kemitraan dengan UMKM dan industri
-
Pendampingan pascaprogram (6–12 bulan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar